Informasi Seputar Strategi Bisnis Modern

Strategi bisnis harus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman agar selalu menciptakan kepuasan konsumen

You are here: Home - Bisnis


Category Archives: Bisnis

Hambatan Memulai Bisnis

Menjadi pebisnis yang sukses dan kaya raya merupakan mimpi dari sebagian besar orang di seluruh dunia. Sayangnya, hanya beberapa di antara mereka yang sanggup untuk mulai menjalankan bisnis dan sisanya memilih untuk menyimpannya tetap dalam mimpi. Kebanyakan dari mereka tidak tahu cara memulainya dan tidak apa seharusnya dan apa yang harus dihindari. Selain itu, hambatan di bawah ini juga menjadi alasan mengapa banyak orang yang batal untuk menjalankan bisnis:

Tidak memiliki modal yang cukup

Modal ibarat bahan bakar utama untuk menjalankan bisnis. Jika tak ada modal atau modal masih kurang, otomatis bisnis akan sulit atau tidak akan bisa berjalan. Sebenarnya, permasalahan ini diselesaikan dengan mudah, yaitu dengan cara meminjam uang kepada pihak keluarga, kreditor, atau bank. Yang menjadi masalahnya adalah para calon pebisnis merasa tidak mampu atau takut tidak mampu mengembalikan pinjaman dan akhirnya mereka harus dikejar hutang. Bagian terburuknya adalah jumlah hutang mereka akan terus menumpuk dan mereka akan berurusan dengan pihak yang berwajib. Ya, mereka takut jika pada akhirnya mereka akan mendekam di penjara karena tak mampu membayar hutang. Hanya calon pebisnis yang merasa mampulah yang pada akhirnya akan memberanikan diri meminjam uang guna memodali usaha yang akan dijalankan.

Tidak merasa yakin dengan kemampuan

Jika pebisnis sudah pernah menjalankan bisnis sebelumnya, besar kemungkinan perasaan tidak yakin dengan kemampuan tidak akan muncul karena mereka setidaknya sudah tahu bagaimana cara menjalankan bisnis. Nah, bagi calon pebisnis yang belum pernah sama sekali menjalankan bisnis sebelumnya, perasaan tidak yakin dengan kemampuan mereka akan selalu hadir dalam pikiran mereka sehingga mereka menjadi ragu dan takut akan kegagalan. Ketidakyakinan mereka ini pula yang membuat mereka berpikir ribuan kali untuk mulai berbisnis. Apa solusi untuk mengatasi hambatan ini? Merasa tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri merupakan hal yang wajar dan memang akan dialami di awal mula memulai usaha. Namun, sadarilah bahwa hal ini sifatnya hanya sementara. Jika mau belajar dan memulai bisnis, perasaan ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Tak dapat dipungkiri bahwa rasa tidak yakin itu muncul karena keraguan dan wawasan yang kurang. Jika keraguan sudah tidak ada dan wawasan tentang bisnis terbilang mumpuni, ketidakyakinan tersebut akan hilang.

Tidak mempunyai ide untuk menjalankan bisnis

Di luar sana, ada pula sejumlah calon pebisnis yang sebenarnya siap secara finansial untuk menjalankan usaha. Sayangnya, mereka kebingungan untuk menentukan bisnis seperti apa yang akan mereka jalankan. Hal ini terjadi karena mereka belum menemukan peluang bisnis yang tepat dan bila mereka hanya meniru usaha yang sudah ada, mereka takut usaha mereka akan gagal nantinya. Apa solusi untuk menyelesaikan masalah ini? Lakukan riset untuk mengetahui bisnis seperti apa yang sedang booming atau bisnis yang menawarkan produk yang belum ditawarkan oleh usaha lainnya di lingkungan tempat tinggal. Selain itu, diskusikan pula atau sharing dengan orang-orang terdekat tentang rencana untuk menjalankan usaha dan jenis usaha yang dinilai potensial. Juga penting kiranya untuk menghubungkan hobi atau kesukaan dengan usaha yang ingin dijalankan agar gairah berbisnis terus ada dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, jika di kota asal belum terdapat bioskop dan calon pebisnis suka nonton film, tak ada salahnya untuk mencoba membuka bioskop. Industri perfilman baik dalam maupun luar negerikan tidak akan pernah surut dan peminat film itu tidak akan ada habisnya.

Pilih Mana, Mulai Bisnis dari Nol atau Waralaba?

Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, lulusan sarjana berlomba-lomba melamar kerja di sebuah perusahaan. Memang tidak ada yang salah dengan fenomena ini mengingat ada banyak keuntungan dengan menjadi karyawan di antaranya memperoleh gaji bulanan yang pasti, jadwal kerja yang teratur, hingga lingkungan kerja yang nyaman. Sayangnya, mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang bukan perkara mudah meskipun tamatan sarjana sekalipun. Hal ini lantaran lowongan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah lulusan. Belum lagi perusahaan semakin selektif dalam merekrut karyawannya.

Ketimbang sakit hati karena lamaran kerja ditolak atau menunggu ketidakpastian panggilan kerja oleh perusahaan, mending berpikir untuk menjadi pebisnis. Dengan begitu, Anda tidak hanya memberikan pekerjaan bagi diri sendiri tetapi juga orang lain sehingga bisa meminimalisir tingkat pengangguran. Bicara soal bisnis, Anda bisa memulai bisnis dari nol atau waralaba. Kalau bingung, coba pelajari beberapa perbedaan keduanya di bawah ini.

Modal

Modal memang diperlukan untuk memulai bisnis. Besar kecilnya modal usaha tergantung dengan jenis bisnis yang dipilih. Apabila memilih memulai bisnis sendiri, Anda bisa hanya dengan modal kecil. Bisnis yang akan dijalankan disesuaikan dengan modal yang ada. Sebaliknya, Anda membutuhkan modal besar jika memulai bisnis waralaba. Pasalnya, Anda bukan hanya membeli izin menggunakan merek dagang milik orang lain melainkan juga bakalan mendapatkan outlet untuk berdagang, pelatihan, bahan baku dalam jumlah tertentu, tata cara dalam buku panduan, peralatan, dsb. Semakin lengkap paket yang dipilih akan semakin banyak modal yang harus dikeluarkan untuk bisnis waralaba tsb.

Reputasi produk & bisnis

Pemasaran  bisnis waralaba bisa dibilang akan lebih mudah lantaran masyarakat sudah mengenal bahkan percaya akan produk & bisnis tsb. Dengan begitu, impian balik modal cepat sehingga bisa segera menikmati keuntungan di awal memulai usaha tidak sulit diwujudkan. Sebaliknya, Anda harus terlebih dahulu membangun reputasi produk dan juga bisnis jika memilih memulai usaha dari nol. Hal ini tentu saja bukan perkara mudah. Butuh waktu untuk membuat bisnis baru mendapatkan kepercayaan penuh dari konsumen. Adapun cara membangun reputasi produk & bisnis yaitu dengan gencar melakukan promosi, janjikan produk yang berkualitas, jamin kualitas produk dengan garansi, tanggapi komplain konsumen dengan cepat & tepat, dsb.

Resiko kerugian

Resiko & bisnis, dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Akan tetapi, resiko kerugian ketika memilih bisnis waralaba relatif kecil. Pasalnya, Anda akan mendapatkan pelatihan mulai dari manajemen produksi, finansial, hingga pemasaran. Dengan demikian, kesalahan yang bisa mengakibatkan bisnis mengalami kemunduran bisa diminimalisir. Sebaliknya, resiko kerugian bahkan kebangkrutan memulai usaha dari nol sangat tinggi mengingat Anda masih minim pengalaman dalam berbisnis. Namun, ini bakalan menjadi pengalaman berharga untuk meraih sukses dalam berbisnis.

Intinya, baik memulai bisnis sendiri dari nol atau waralaba sama-sama memiliki kelebihan & kekurangan. Tinggal tergantung Anda yang menilainya, mana yang paling sesuai dengan diri Anda. Apabila tidak ingin repot dengan strategi bisnis dan juga punya modal besar, bisnis waralaba bisa diperhitungkan. Akan tetapi, jika punya modal minim dan punya kreatifitas tinggi, memulai usaha dari nol bisa dilakukan. Sejatinya, sukses tidaknya sebuah usaha tergantung dari kerja keras & ketekunan dari pemiliknya. Kalau ingin sukses berbisnis, ya harus kerja keras & tekun 🙂