Informasi Seputar Strategi Bisnis Modern

Strategi bisnis harus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman agar selalu menciptakan kepuasan konsumen

You are here: Home


Pilih Mana, Mulai Bisnis dari Nol atau Waralaba?

Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, lulusan sarjana berlomba-lomba melamar kerja di sebuah perusahaan. Memang tidak ada yang salah dengan fenomena ini mengingat ada banyak keuntungan dengan menjadi karyawan di antaranya memperoleh gaji bulanan yang pasti, jadwal kerja yang teratur, hingga lingkungan kerja yang nyaman. Sayangnya, mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang bukan perkara mudah meskipun tamatan sarjana sekalipun. Hal ini lantaran lowongan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah lulusan. Belum lagi perusahaan semakin selektif dalam merekrut karyawannya.

Ketimbang sakit hati karena lamaran kerja ditolak atau menunggu ketidakpastian panggilan kerja oleh perusahaan, mending berpikir untuk menjadi pebisnis. Dengan begitu, Anda tidak hanya memberikan pekerjaan bagi diri sendiri tetapi juga orang lain sehingga bisa meminimalisir tingkat pengangguran. Bicara soal bisnis, Anda bisa memulai bisnis dari nol atau waralaba. Kalau bingung, coba pelajari beberapa perbedaan keduanya di bawah ini.

Modal

Modal memang diperlukan untuk memulai bisnis. Besar kecilnya modal usaha tergantung dengan jenis bisnis yang dipilih. Apabila memilih memulai bisnis sendiri, Anda bisa hanya dengan modal kecil. Bisnis yang akan dijalankan disesuaikan dengan modal yang ada. Sebaliknya, Anda membutuhkan modal besar jika memulai bisnis waralaba. Pasalnya, Anda bukan hanya membeli izin menggunakan merek dagang milik orang lain melainkan juga bakalan mendapatkan outlet untuk berdagang, pelatihan, bahan baku dalam jumlah tertentu, tata cara dalam buku panduan, peralatan, dsb. Semakin lengkap paket yang dipilih akan semakin banyak modal yang harus dikeluarkan untuk bisnis waralaba tsb.

Reputasi produk & bisnis

Pemasaran  bisnis waralaba bisa dibilang akan lebih mudah lantaran masyarakat sudah mengenal bahkan percaya akan produk & bisnis tsb. Dengan begitu, impian balik modal cepat sehingga bisa segera menikmati keuntungan di awal memulai usaha tidak sulit diwujudkan. Sebaliknya, Anda harus terlebih dahulu membangun reputasi produk dan juga bisnis jika memilih memulai usaha dari nol. Hal ini tentu saja bukan perkara mudah. Butuh waktu untuk membuat bisnis baru mendapatkan kepercayaan penuh dari konsumen. Adapun cara membangun reputasi produk & bisnis yaitu dengan gencar melakukan promosi, janjikan produk yang berkualitas, jamin kualitas produk dengan garansi, tanggapi komplain konsumen dengan cepat & tepat, dsb.

Resiko kerugian

Resiko & bisnis, dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Akan tetapi, resiko kerugian ketika memilih bisnis waralaba relatif kecil. Pasalnya, Anda akan mendapatkan pelatihan mulai dari manajemen produksi, finansial, hingga pemasaran. Dengan demikian, kesalahan yang bisa mengakibatkan bisnis mengalami kemunduran bisa diminimalisir. Sebaliknya, resiko kerugian bahkan kebangkrutan memulai usaha dari nol sangat tinggi mengingat Anda masih minim pengalaman dalam berbisnis. Namun, ini bakalan menjadi pengalaman berharga untuk meraih sukses dalam berbisnis.

Intinya, baik memulai bisnis sendiri dari nol atau waralaba sama-sama memiliki kelebihan & kekurangan. Tinggal tergantung Anda yang menilainya, mana yang paling sesuai dengan diri Anda. Apabila tidak ingin repot dengan strategi bisnis dan juga punya modal besar, bisnis waralaba bisa diperhitungkan. Akan tetapi, jika punya modal minim dan punya kreatifitas tinggi, memulai usaha dari nol bisa dilakukan. Sejatinya, sukses tidaknya sebuah usaha tergantung dari kerja keras & ketekunan dari pemiliknya. Kalau ingin sukses berbisnis, ya harus kerja keras & tekun 🙂

Lindungi Mobil Kesayangan dengan Asuransi Mobil

Kendaraan roda empat termasuk salah satu aset yang mempunyai nilai jual relatif tinggi. Pasalnya, untuk mobil bekas khususnya pribadi masih dapat dijual dengan harga puluhan bahkan ratusan juta rupiah apabila kondisinya masih bagus. Punya kendaraan roda empat memungkinkan untuk mengajak keluarga tercinta untuk jalan-jalan dan memberikan kenyamanan berangkat ke kantor, aman dari panas maupun juga hujan. Tentunya harus dijaga dengan baik agar kendaraan tersebut dapat dipergunakan dalam jangka panjang, salah satunya dengan membeli asuransi. Asuransi melindungi dari kejadian tak terduga. Tingginya tingkat kecelakaan di tanah air membuat kita harus berjaga-jaga untuk dapat meminimalisir kemalangan tersebut. Ingin mobil kesayangan Anda aman dari kerugian? Segera ambil tindakan melindunginya dengan asuransi!

Daftar di perusahaan asuransi dan pilih produknya

Untuk memiliki asuransi mobil, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendaftarkan diri di perusahaan asuransi. Setelah menemukan perusahaan yang tepat silakan pilih produk yang pas sesuai jenisnya. Ada kemudahan dalam memilih perusahaan asuransi yang telah berkembang pesat di Indonesia, yakni melalui akses internet dengan mengunjungi situs resminya. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih perusahaan yang tepat adalah melihat dari sejarahnya, klien, pelayanan, bengkel rekanan, dan berbagai kelebihan lain yang ditawarkan perusahaan. Pentingnya melakukan survei dari beberapa jenis perusahaan agar nanti dapat memilih yang sesuai harapan. Contoh pada bengkel rekanan yang dekat dengan tempat tinggal, hal ini memberi kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan perbaikan. Untuk itulah juga penting dilakukannya survei ke beberapa perusahaan supaya merasa aman dan nyaman.

Ambil jenis perlindungan yang sesuai kebutuhan

Ada dua jenis perlindungan asuransi mobil, yakni all risk yang biasa disebut dengan komprehensif dan Total Lost Only (TLO). Proteksi all risk ialah untuk perlindungan secara menyeluruh dari kemalangan dengan total kerugian ringan hingga besar, sedangkan TLO khusus untuk pertanggungan parah misalnya bagian depan mobil hancur atau dengan total 75% kerugian. Untuk selalu merasa aman dan nyaman selama perjalanan, tidak ada salahnya bila mengambil jenis perlindungan dengan menyesuaikannya dari kebutuhan. Misal sering kali mengalami kemalangan bahkan hampir setiap tahun yang membuat body mobil penyok.

Kerugian ini termasuk ke dalam proteksi all risk sehingga bisa diklaim dari perlindungan tersebut. Akan tetapi belum tentu dalam persentase TLO jika tidak di atas 75%. Di samping itu, ada pula perlindungan tambahan untuk kejadian lainnya seperti dari bencana alam dan huru hara. Jika fenomena alam tersebut merupakan suatu kebutuhan karena kendaraan biasa di parkir di kawasan yang rawan bencara, Anda pun bisa menambah perluasan perlindungan. Namun tentu saja, jenis perlindungan dan proteksi tambahan memiliki nilai premi yang relatif berbeda, pastikan agar tidak membuat keuangan kacau.

Perpanjang polis asuransi

Perlindungan asuransi mobil pada dasarnya diberikan per tahun. Untuk memperoleh proteksi di tahun mendatang nasabah dapat melakukan perpanjangan polis. Jika perpanjangan terlambat dilakukan atau menunggak, bisa jadi proses klaim terhambat. Hal ini dikarenakan polis asuransi yang masih aktif atau dalam masa kontrak merupakan salah satu syarat dokumen yang harus dipenuhi oleh nasabah ketika mengklaim asuransi yang dimilikinya. Untuk itu, perlu melakukan perpanjangan polis dengan segera agar asuransi dapat diperoleh dengan maksimal.

Mobil kesayangan apalagi hasil jerih payah sendiri tentu sangat disayangkan bila harus rusak tanpa jaminan. Menyiasati kerugian ini, asuransi berperan sebagai payung untuk melindungi diri dari hujan atau kemalangan.